Klasifikasi Makki dan Madani

      1.Surah-surah Madaniyah

Pendapat yang paling mendekati kebenaran mengenai jumlahnya adalah 20 surah yakni  Al-Baqarah, Ali ‘Imran , An-Nisa’, Al-Ma’idah, Al-Anfal, At-Taubah, An-Nur, Al-Ahzab, Muhammad, Al-Fath, Al-Hujurat, Al-Hadid, Al-Mujadalah, Al-Hasyr , Al-Mumtahanah, Al-Jumu’ah , Al-Munafiqun, At-Talaq, At-Tahrim, An-Nasr[4].

      2.Surah-surah Makkiyah

Pendapat yang paling mendekati kebenaran mengenai jumlahnya adalah 82 surah. Yaitu surat-surat yang tidak termasuk dalam surat-surat madaniyah dan surat-surat yang diperselisihkan.

3.Surah-surah yang diperselisihkan

Pendapat yang paling mendekati kebenaran mengenai jumlahnya adalah 12 surah yakni Al-Fatihah, Ar-Ra’d, Ar-Rahman, As-Saff, At-Taghaabun, Al-Mutaffifin, Al-Qadar, Al-Bayyinah, Az-Zalzalah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas[5].

      4.Ayat Makkiyah dalam surah Madaniyah

               Ayat Makkiyah dalam surat Madaniyah maksudnya dalah Suatu surat tersebut merupakan kriteria surah Madaniyah akan tetapi banyak ulama mengecualikan ayat tersebut, yaitu ayat tersebut termasuk ayat makkiyah. Sebagai contoh Surat Al-Anfal termasuk surat madaniyah akan tetapi para ulama mengecualikan QS. Al-Anfal:30, Allah SWT berfirman[6]:

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِين                                                    

“Dan (ingatlah) ketika orang kafir (Quraisy) membuat makar terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka membuat makar, tetapi Allah menggagalkan makar mereka. Dan Allah adalah sebaik-baik pembalas makar.” (Al-Anfal : 30)

        Mengenai ayat tersebut Muqatil mengatakan bahwa ayat tersebut diturunkan di Mekkah, karena berkenaan dengan apa yang dilakukan orang-orang musyrik di Darun Nadwah ketika mereka merencanakan tipu daya terhadap Rasulluh sebelum hijrah[7]. Dan juga sebagian ulama mengecualikan QS. Al-Anfal : 64 

      5.Ayat Madaniyah dalam surah Makkiyah

Contohnya seperti perkataan Ibnu Abbas bahwa QS. Al-An’am turun sekaligus di Mekkah sehingga Makkiyah kecuali ayat 151-153. Dan QS. Al-Hajj adalah Makkiyah kecuali ayat 19-21, karena ayat tersebut diturunkan di Madinah[8].

6.Ayat yang diturunkan di Mekkah sedang hukumnya Madaniyah

Kan sesudah Ayat tersebut diturunkan di Mekkah pada hari penaklukkan kota Mekkah, akantetapi termasuk madaniyah karena diturun sesudah hijrah, dan seruannya juga bersifat umum.Contoh ayat seperti ini adalah QS. Al-Hujurat : 13, Allah SWT berfirman :

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia, kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki & seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui & Maha Mengenal.”(Al-Hujurat : 13)

7. Ayat yang diturunkan di Madinah sedang hukumnya Makkiyah

Ayat seperti ini diturunkan di Madinah dan tetapi seruannya ditujukan kepada orang musyrik penduduk Mekkah. Contohya adalah QS. Al-Mumtahanah dan permulaan QS. Al-Bara’ah (At-Taubah) yang diturunkan di Madinah akan tetapi seruannya ditujukan untuk orang-orang musyrik Mekkah[9].

8.Ayat yang serupa dengan yang diturunkan di Mekkah dalam Madaniyah

Yakni ayat yang dalam surah Madaniyah tetapi mempunyai gaya bahasa dan ciri umum Makkiyah, karena ayat tersebut diturunkan di Mekkah[10]. Contohnya QS. Al-Anfal : 32 

وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan (ingatlah), ketika mereka berkata : Ya Allah, jika benar (Al-Qur’an) ini benar dari sisi-Mu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit. Atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.”(QS. Al-Anfaal: 32)

      9.Ayat yang serupa dengan yang diturunkan di Madinah dalam Makkiyah

Yakni ayat yang dalam surah Makkiyah tetapi mempunyai gaya bahasa & ciri umum Madaniyah[11]. Contohnya QS. An-Najm : 32

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ …

“(Yaitu) Mereka yang menjauhi dosa-dosa besar & perbuatan keji yang selain kesalahan-kesalahan kecil.” (An-Najm : 32)

        Imam Suyuthi mengatakan bahwa perbuatan keji aalah setiap dosa yang ada sanksinya. Dosa-dosa besar adalah stiap dosa yang mengakibatkan siksa neraka. Dan kesalahan-kesalahan kecila dalah apa yang terdapat diantara kedua batas dosa-dosa tersebut. Sedangkan di Mekkah belum ada sanksi dan yang serupa dengannya.[12]

10.Ayat yang dibawa dari Mekkah ke Madinah

Contohnya adalah QS. Al-A’la dalilnya HR. Bukhari dari Al-Barra bin ‘Azib yang menceritakan kedatangan pertama shahabat ke Madinah.

11.Ayat yang dibawa dari Madinah ke Mekkah

Contohnya awal QS. Al-Bara’ah dalilnya ketika Rasul SAW memerintahkan Ali kw untuk menyampaikan kepada Abu Bakar ra untuk berhaji & mengumumkan bahwa setelah tahun kesembilan tidak seorangpun Kaum Musyrikin diperbolehkan berhaji[13].

12.Ayat yang turun pada malam dan siang hari

Kebanyakan ayat Qur’an turun pada siang hari. Ayat yang turun pada malam hari diantaranya adalah QS. Ali Imran : 190. Contoh lainnya QS. At-Taubah: 117-118 dan QS. Al-Fath.

13.Ayat yang turun di musim panas dan musim dingin

        Para ulama memberi contoh ayat yang turun di musim panas dengan ayat tentang kalalah yang terdapat di akhir Surat An-Nisa’ sebagaimana yang disebutkan dalam shahih Muslim. Contoh lain dalam Q.S. At-Taubah:81 yaitu ayat tersebut turun dalam perang Tabuk. Perang Tabuk tersebut terjadi pada musim panas sebagaimana yang diceritakan dalam Al-Qur’an[14].

        Ayat yang turun di musim dingin yaitu Q.S.An-Nur:11-26, sebagaimana hadits sahih dari Aisyah. Contoh lainnya adalah ayat-ayat yang turun mengenai perang Khandak, dari Surah Al-Ahzab, ayat-ayat tersebut turun pada hari yang sangat dingin.

14.Ayat yang turun diwaktu menetap dan dalam perjalanan

Kebanyakan Qur’an itu turun diwaktu menetap. Ayat yang turun didalam perjalanan adalah At-Taubah : 34 , QS. Al-Hajj : 1-2 dan QS. Al-Fath.Dalam Q.S.At-Taubah:34  diriwayatkan oleh Ahmad melalui Sauban, bahwa ayat tersebut turun ketika Rasululullah dalam suatu perjalanan. Begitu juga awal Surah Al-Hajj dan Surat Al-Fath.

D.Perbedaan Makki dan Madani

Ketentuan Makki dan Ciri Khas Temanya[15]:

1.Setiap surat yang mengandung ayat sajdah.

2.Setiap surat yang di dalamnya terdapat lafaz Kalla. Lafaz tersebut dalam Al-Qur’an disebutkan 33 kali dalam 15 surat.

3.Setiap surat yang terdapat seruanياايهاالناس kecuali Surat Al-Hajj:77

4.Setiap surat yang terdpat kisah-kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu kecuali surat Al-Baqarah.

5.Setiap surat yang terdapat kisah Nabi Adam dan Iblis kecuali surat Al-Baqarah.

6.Setiap surat yang dimulai dengan huruf tahajji (huruf Hijaiyah) kecuali surat Al-Baqarah dan Ali Imran.

Sedangkan dari segi ciri utama dan gaya bahasa yaitu:

1.Ajakan Tauhid kepada Allah dan beribadah, pembuktian mengenai risalah, kebangkitan dan hari pembalasan, tentang hari kiamat, Surga dan nikmatnya, Neraka dan siksanya, argumentasi terhadap orang-orang musyrik dengan menggunakan bukti-bukti yang rasional atau ayat kauniyah.

2.Penetapan dasar-dasar ibadah dan muamalah dan ketentuan umum lainnya.

3.Menyebutkan kisah Nabi dan Umat-umat terdahulu sebagai pelajaran.

4.Suku katanya pendek-pendek dan disertai denagn makna yang mengesankan, pertanyaannya singkat, menggetarkan hati dan maknanya pun menyakinkan.

Ketentuan Madani dan Ciri Khas Temanya[16]:

1. Setiap surat yang mengandungfaridhah (kewajiban) dan had (sanksi)

2.Setiap surat yang menyebutkan tentang hal ihwal orang munafik kecuali Surat Al-Ankabut.

3.Setiap surat yang membicarakanmujadalah Ahl Kitab.

Sedangkan dari segi ciri khas tema dan gaya bahasa yaitu:

1.Penjelasan tentang ibadah, muamalah, had, kekeluargaaan, warisan, jihad, hubungan sosial, hubungan internasional, masalah perang dan masalah tasyri’.

2.Seruan terhadap Ahl Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani, ajakan mereka untuk masuk islam dan lain sebagainya.

3.Membicarakan tentang orang-orang munafik sifat-sifat orang munafik dan membahas tentang rahasia mereka.

4.Pada umumnya ayat-ayat dan suratnya panjang-panjang dan menggambarkan luasnya akidah dan hukum islam.

E.Faedah Mengetahui Makki dan Madani

1.Dapat membantu dalam menafsirkan Al-Qur’an. Pengetahuan mengenai tempat turunnya suatu ayat dalam Al-Qur’an dapat membantu memahami ayat tersebut dan menafsirkan dengan tafsiran yang benar. Dan juga dapat mengetahui dan membedakan mana nasikh dan yang mana mansukh apabila diantaranya terdapat makna yang kontradiktif[17].

2.Meresapi gaya bahasa Al-Qur’an dan memanfaatkannya dalam metode berdakwah menuju jalan Allah, sebab setiap situasi mempunyai bahasa sendiri[18].

3.Mengetahui sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Al-Qur’an, sebab turunnya wahyu kepada Rasullulah sejalan dengan dakwah beserta segala peristiwanya, baik pada periode Mekkah maupun pada periode Madinah, sejak permulaan turun wahyu hingga ayat terakhir diturunkan[19].


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s